Just another free Blogger theme

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Blog Archive

Tuesday, October 29, 2013





Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menyatakan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus menjadi inspirasai kesadaran kolektif dalam mengisi pembangunan bangsa.

“PR bangsa ini tidak dapat diselesaikan pemerintah saja, melainkan peran pemuda dalam mengisi pembangunan, khusus pembangunan Kota Semarang,” kata Walikota semarang dalam orasi resepsi peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-85, Tahun 2013, di Hotel Metro Plaza Semarang, Minggu petang (27/10/2013).

Soal pemuda, kata mantan Ketua DPD KNPI Jawa Tengah dua periode itu menangkap, bahwa generasi sekarang mengarah pada paham hedhonisme, konsumerisme dan kehilangan jati diri bangsa. Padahal lahirnya tonggak sejarah sumpah pemuda, mulai berdirinya organisasi Boedhi Utomo pada tahun 1908, hingga melahirkan konggres pemuda pemuda nusantara pada tanggal 28 Oktober 1928, memiliki perjalanan sejarah panjang.

“Sinyal yang saya tangkap, bahwa pemuda sekarang terkesan lebih foya-foya, jeng-jeng, heppy-heppy, dugem dan diperparah lagi suka konsumsi narkoba. Maka, marilah kita tunjukan bahwa pemuda adalah generasi penerus bangsa,” ajaknya.

Dikatakan, pembangunan bangsa saat ini diisi oleh dua generasi yang saling menjatuhkan. Pertama, generasi tua beranggapan generasi muda yang merecoki permasalahan bangsa. Kedua, generasi muda menganggap generasi tua yang memberikan contoh praktik KKN kepada generasi dibawahnya.

“Generasi tua menganggap generasi suka tawuran, dugem dan masalah lain yang merecoki persoalan orang tua. Sementara, generasi muda menganggap generasi tua merasa lebih pandai dan pintar, serta tidak mau bersinggungan dengan peran pemuda,” ujar Hendi, panggilan akrab Hendrar Prihadi.

Menurutnya, generasi muda harus membuktikan diri mampu memikul tampuk kepemimpinan bangsa masa depan.”Persoalannya, generasi muda sekarang ini sudah bangga dengan kata-kata “penerus bangsa”. harusnya, rebutlah pembangunan bangsa ini dari generasi tua,” tantangnya.

Maka, pada Peringatan Sumpah Pemuda ke-85 dan HUT Pemuda Pancasila ke-54 tahun, pihaknya meminta momentum ini tidak sekedar diperingati sebagai ceremonial belaka, melainkan harus bersinergi dengan program pemerintah.

“Pemuda harus saling sinergi bersama program SAPTA yang telah disusun saya dengan mantan Walikota Semarang (Soemarmo-HS). Dengan jabatan sisa jabatan dua tahun lagi hanya meneruskan saja. Maka, saya meminta pemuda dapat mengimplementasikan program SAPTA, yakni menurunkan angka kemiskinan di kota Semarang,” harapnya.

sumber


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Post a Comment