Just another free Blogger theme

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Blog Archive

Wednesday, October 30, 2013








Gayung bersambutnya keinginan para elit di Indonesia soal pengelolaan Blok Mahakam harus diambil alih Indonesia dari tangan pengusaha Perancis dan Jepang, direspon serius Menteri BUMN Dahlan Iskan.


Kandidat Capres Konvensi Demokrat ini, menyatakan sangat mendukung penuh jika PT Pertamina dikehendaki mengelola sumur minyak dan gas Blok Mahakam di Kalimantan Timur itu.

“Saya percaya direksi dan seluruh insan Pertamina sudah puya tekad besar untuk mengambil alih Blok Mahakam,” kata Dahlan, usai membuka Annual Pertamina Quality Awards 2013, di Gedung Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (30/10).

Sebelumnya, berkaitan peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober lalu, Dewan Perwakilan Rakyat mendesak minyak dan gas di Blok Mahakam Kalimantan Timur dikelola Indonesia dengan mengutamakan kepentingan nasional.

“Diharapkan Presiden SBY bisa memberikan warisan positif bagi Indonesia dengan mengembalikan Blok Mahakam pada BUMN atau entitas nasional,” kata Wakil Ketua DPR Sohibul Iman di gedung Nusantara IV, Jakarta, Senin (28/10/13).

Dahlan menjawab pertanyaan wartawan, mengungkapkan, bahwa direksi, dewan komisaris, dan pemangku kepentingan Pertamina sanggup mengelola Blok Mahakam.

“Pertamina punya pengalaman mengelola West Madura Offshore (WMO). Itu terbukti setelah mengambil alih WMO dari CNOOC, kinerja operasional meningkat dari 10.000 barel per hari menjadi 30.000 barel per hari,” kata Dahlan.

BUMN menunggu jawaban pemerintah. “Apa pun keputusan pemerintah kita akan melaksanakannya,” kata Dahlan.

Diketahui, kontrak Blok Mahakam antara Indonesia dengan perusahaan asing, Inpex (Jepang) dan Total (Perancis) sejak 1 April 1967 dan berakhir Maret 2017. Sejak 2007, dua korporasi asing itu mengajukan perpanjangan kontrak. Dan tahun 2008, PT Pertamina (Persero) mengajukan proposal sanggup mengelola. Tapi, pemerintahan SBY sampai sekarang belum memutuskan.

Ketika kontrak Total & Inpex berakhir 2017, diperkirakan sumur Migas ini menyusut tinggal 6-8 triliun TCF gas dan 100 juta barel minyak, bernilai sekitar Rp1.100 triliun. Saat awal kontrak, Blok Mahakam memiliki 27 triliun cubic feet (TCF) cadangan gas, dan 600 juta barel minyak.

Dicecar pertanyaan, Dahlan mengaku sempat meragukan kemampuan PT Pertamina mengambil alih Blok Mahakam. Tapi, keraguannya terbantahkan  bukti prestasi Pertamina mengelola West Off Madura.

“Walaupun nanti banyak yang meragukan Pertamina, bahkan mengalami kesulitan, saya sudah cek ke Direksi Pertamina, keraguan-keraguan itu tidak perlu ada. Prinsipnya Pertamina siap,” tegas Dahlan.

sumber


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Post a Comment