Just another free Blogger theme

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Blog Archive

Tuesday, October 29, 2013







Bapak sastra Jawa di Jawa Timur, almarhum Prof. Suripan Sadi Hutomo menerima penghargaan sebagai Sastrawan Anumerta. Penghargaan atas dedikasinya dalam dunia sastra ini diberikan oleh Balai Bahasa Jawa Timur.


Nama almarhum Prof. Suripan Sadi Hutomo tak ada yang meragukan, bahkan sampai saat ini dapat dikatakan belum ada gantinya sebagai tokoh yang mendedikasikan hidupnya pada sastra, terutama sastra Jawa. Banyak yang menyebut, Suripan sebagai pemikir sejati karena tak banyak orang yang begitu ikhlas dalam memberi perhatian pada sastra. Sosok Suripan begitu komplit: ahli sastra, pengarang, kritikus sastra, penulis buku teori sastra, dan dokumentator karya-karya sastra.

“Sebagai Ahli Sastra dan Dokumentator Sastra, Prof. Dr. Suripan lebih banyak mencurahkan hidupnya pada ilmu. Banyak buku sastra hasil telaahnya yang menjadi rujukan,” kata Dr. Putera Manuaba, salah satu tim penilai penghargaan dari Universitas Airlangga Surabaya pada laporan pertanggungjawabannya yang diterima LICOM, Selasa (29/10/2013).

Di antara seabrek buku karya Prof. Suripan itu ialah ‘Telaah Sastra Jawa Modern’ (1975), ‘Sastra Jawa Modern’ (1983), ‘Mutiara yang Terlupakan: Pengantar Studi Sastra Lisan’ (1991) dan ‘Filologi Lisan: Telaah Teks Kentrung’ (1999).

Sedangkan buku tulisannya tentang sejarah sastra Indonesia di Jawa Timur, antara lain ‘Wajah Sastra Indonesia di Surabaya’ (1994) dan ‘Kronik Sastra di Malang’ (1994). ‘Merambah Matahari: Sastra dalam Perbandingan’ (1993) merupakan bukunya yang berisi tulisan tentang sastra bandingan.

“Perhatian dan wawasan rambahnya yang sangat luas menjadikannya sebagai jujugan pertanyaan para sastrawan dan peneliti sastra,” kata Dr. M. Shoim Anwar, anggota tim penilai lainnya dari Universitas Negeri Surabaya.

Perhatian Suripan pada sanggar-sanggar sastra Jawa, komunitas sastra, maupun pada majalah serta koran yang memuat karya sastra sangat intens. Demikian juga hubungan dengan para sastrawan sangat aktif, baik sastrawan pemula maupun yang sudah jadi.

“Beliau tercatat sebagai penggagas, pendiri, dan pemrakarsa berdirinya Paguyuban Pengarang Sastra Jawa Surabaya, komunitas sastra Jawa yang masih eksis hingga kini. Rumahnya di Jalan Bendulmrisi Selatan, Surabaya, semasa hidupnya pernah dipakai sebagai sekretariat PPSJS dan hingga akhir hidupnya digunakan sebagai Pusat Dokumentasi Sastra yang memuat semua tulisan, analisis, kliping-kliping artikel dan karya sastra, serta majalah-majalah yang memuat karya sastra,” sambung Widodo Basuki, sastrawan, budayawan, dan penggerak seni yang juga menjadi bagian dari tim penilai.

Sebagai Kritikus Sastra Jawa Modern, pada masa hidupnnya, tulisan-tulisan Suripan selalu mengalir menghiasi majalah-majalah berbahasa Jawa. Suripan rajin menulis kritik dalam rubrik tintingan untuk para penulis pemula yang tulisannya dimuat di majalah Panjebar Semangat. Setelah meninggal, semua karya kritik sastra Jawa hampir dikatakan hilang sama sekali karena belum ada yang memiliki kepedulian dan perhatian begitu besar seperti yang dilakukan Prof. Suripan.

Pendidikan formal Prof. Suripan Sadi Hutomo adalah doktor (S-3) bidang Foklor Humanistis, pernah studi di Universitas Leiden. Perhatiannya pada sastra lisan terutama seni “kentrung” telah menghasilkan disertasi yang dipertahankan di Universitas Indonesia dan diterbitkan menjadi buku dengan judul ‘Ceritera Kentrung Sarahwulan di Tuban’ (1987).

Buku ini kemudian diterbitkan ulang oleh penerbit Bentang pada tahun 2001 dengan judul ‘Sinkretisme Jawa Islam’. Buku sastra lisan yang telah terbit pula, antara lain ‘Pantung Kentrung’ (1993), ‘Tradisi dari Blora’ (1996), ‘Kentrung: Warisan Tradisi Lisan Jawa’ (1998) dan ‘Filologi Lisan: Telaah Teks Kentrung’ (1999).

Sebagai penyair dan pengarang cerita pendek, beberapa kumpulan puisi dan beberapa cerita pendeknya telah diterbitkan dalam antologi sendiri maupun dalam antologi bersama. Antara lain ‘Hartati, Mawar Segar dari Luka Cinta’.

“Melihat betapa besar perhatian, pengabdian, pengorbanan, dan sumbangan Prof. Suripan Sadi Hutomo pada dunia sastra, khususnya di Jawa Timur, maka sangat layak kepada Beliau diberikan Penghargaan Sastra Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur,” pungkas tim penilai.


sumber


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Post a Comment