Keempat mahasiswa Fakultas Studi Islam ini diketahui hilang setelah visa belajar mereka kedaluwarsa pada Juli 2013. Manajemen kampus baru mendaftarkan kehilangan keempat mahasiswa itu dengan mendaftarkan first information report (FIR) ke kepolisian Sabzi Mandi, Jumat (18/10/2013).
Athar mengatakan, kepolisian telah mengirim permintaan ke Departemen Luar Negeri Pakistan untuk menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Islamabad. Kontak itu dibutuhkan untuk mencari tahu kemungkinan keempat mahasiswa telah meninggalkan Pakistan. Konfirmasi tentang kemungkinan yang sama juga dimintakan ke imigrasi melalui Federal Investigation Agency.
Ketika ditanya kemungkinan keempat mahasiswa Indonesia tersebut bergabung dengan kelompok tertentu di Pakistan, Athar menolak berspekulasi. Dia mengatakan, sejauh ini tak ada bukti yang mengaitkan para mahasiswa itu dengan kelompok tertentu di negara tersebut.
“Kami telah bertemu teman sekamar dan rekan-rekan sekelas mereka. Para siswa yang hilang tidak memiliki catatan menjadi bagian atau terafiliasi dengan kelompok ekstrimis. Kami sedang menyelidiki kasus ini. Biarkan rincian datang. Setelah itu, barulah kita dapat berbagi informasi,” tepis dia.
Rektor IIUI, Masoom Yasinzai mengatakan, berdasarkan informasi yang dia dapatkan, satu dari empat mahasiswa Indonesia yang dinyatakan hilang diduga sudah kembali pulang ke Indonesia. Namun, dia mengaku sama sekali tak memiliki informasi soal tiga mahasiswa yang lain.
Tiga mahasiswa yang belum diketahui keberadaannya itu, ujar Yasinzai, terdaftar di kampusnya mulai tahun ajaran 2011. Satu mahasiswa yang pulang diakui sebagai mahasiswa tahun ajaran 2012. Yasinzai pun berkilah kedutaan besar tak pernah pula menginformasikan bila visa bagi pelajar tak lagi diterbitkan.
sumber

0 comments:
Post a Comment